Mengenal Jenis-jenis Infeksi Jamur Kulit yang Tidak Terkenal

Mengenal Jenis-jenis Infeksi Jamur Kulit yang Tidak Terkenal

Mengenal jenis-jenis infeksi jamu kulit yang tidak terkenal

Jamur kulit dapat menyebabkan kerusakan kulit yang parah. Meskipun banyak orang telah mengetahui tentang infeksi jamur kulit, namun masih banyak jenis infeksi jamur kulit yang tidak terkenal dan belum banyak diketahui masyarakat.

  • Aspergillosis Kutis

Ini adalah jenis infeksi jamur kulit yang disebabkan oleh jamur Aspergillosis. Infeksi ini terjadi pada kulit yang terluka atau terinfeksi, seperti luka bakar atau luka operasi.

Gejala aspergillosis kutis yaitu, kulit yang merah dan bersisik, gatal, iritasi, dan bintik-bintik putih atau kuning pada kulit.

Penyebab tersebut karena pertumbuhan jamu aspergillus yang berlebihan pada kulit.

  • Sporotrichosis Kutis

Jenis infeksi jamur kulit yang disebabkan oleh jamur Sporothrix schenckii.

Gejala sporotrichosis kutis yaitu, kulit yang merah, bersisik, gatal, iritasi, dan bintik-bintik putih.

Penyebabnya karena pertumbuhan jamur Sporothrix schenckii yang berlebihan pada kulit.

  • Fusariosis Kutis

Penyebab fusariosis kutis adalahkarena pertumbuhan jamur Fusarium yang berlebihan pada kulit.

Faktor risiko fusariosis kutis yaitu kelembaban tinggi, stres, dan penggunaan antibiotik.

  • Coccidiodomycosis Kutis

Jenis infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur Coccidioides immitis. Infeksi ini biasanya terjadi pada kulit yang terluka atau terinfeksi, seperti luka bakar, atau bekas operasi.

Pengobatan coccidioidomycosis kutis seperti itraconazole atau fluconazole, dan perubahan aya hidup, seperti menjaga kebersihan kulit dan menghindari kelembaban tinggi.

Cara menghindari infeksi jamur kulit. Berikut ada beberapa cara untuk mencegahnya, yaitu:

Cuci tangan secara teratur terutama setelah dari toilet dan juga sebelum makan.

Pakailah pakaian yang sejuk dapat membantu menjaga kulit tetap kering dan mencegah pertumbuhan jamur.

Gunakan krim antijamur pada kulit yang rentan terhadap infeksi jamur.

Hindari kelembaban yang berlebihan, terutama jika di area yang lembab seperti lipatan kulit.

Baca juga: Peran Antioksidan dalam menjaga kesehatan sel kulit