Hati-hati Dermatitis Aktinik Kronis, Iritasi Kulit Menahun karena Sinar Matahari

Hati-hati Dermatitis Aktinik Kronis, Iritasi Kulit Menahun karena Sinar Matahari

Hati-hati dermatitis aktinik kronis, iritasi kulit menahun karena sinar matahari

Dermatitis aktinik kronis adalah fotodermatosis langka yang dimediasi oleh sistem imun, ditandai dengan fotosensitivitas abnormal terhadap sinar ultraviolet (UV) dan kadang-kadang terhadap cahaya tampak.

Manifestasinya berupa dermatitis yang terutama, tetapi tidak eksklusif, menyerang area yang terpapar sinar matahari.

Penyakit ini sering menyerang pria tua usia 50 tahun, terutama yang banyak terpapar sinar matahari. Juga dapat mempengaruhi perempuan dan orang yang lebih muda.

Hipotesis alternatifnya adalah bahwa CAD (Disseminated Adenoma) disebabkan oleh reaktivitas silang antara antigen endogen dan fotoalergen. 

Fotoalergen akibat respons alergi, dan antigen diri sendiri memungkinkan respons ini untuk tetap ada bahkan tanpa adanya fotoalergen penyebab.

Dermatitis aktinik kronis ditandai dengan ruam eksematosa yang sangat gatal dan biasanya melibatkan area yang terpapar sinar matahari.

Wajah, dada bagian atas, leher, dan pungggung tangan serta lengan umumnya terkena.

Ada juga lokasi yang terlindungi dari sinar matahari, seperti kelopak mata atas, area postaurikular, dagu submental, dan lipatan nasolabial, tidak terpengaruh.

Paparan sinar matahari yang singkat kurang dari satu menit sudah cukup untuk membuat detmatitis dalam wkatu 74 jam.

Secara umum, tipe kulit yang lebih gelap menunjukkan eritema yang kurang jelas. Ciri lain dari dermatitis aktinik kronis dan rentang sensitivitas UV yang terkait tidak bervariasi menurut tipe kulit.

Namun, usia rata-rata timbulnya penyakit mungkin lebih awal pada tipe kulit yang lebih gelap.

Inilah pengoabtan untuk dermatitis aktinik kronis

  • Gunakan tabir surya dengan perlindungan tinggi
  • Gunakan pakaian pelindung matahari
  • Carilah tempat teduh selam jam-jam puncak sinar UV
  • Pasang filter jendela UV khusus dan lain-lain.
Baca juga: Mengenal letusan musim semi remaja, kelainan kulit yang sering terjadi pada remaja