Memahami kutil anogenital sebagai penyebab benjolan di area kelamin
Kutil anogenital adalah lesi kulit superfisial umum di area anogenital yang disebabkan oleh jenis human papillomavirus (HPV) tertentu.
Kutil anogenital juga disebut sebagai kondiloma akuminatum, kutil kelamin, dan kutil venereal.
Lanjut kutil anogenital adalah infeksi yang disebabkan oleh jenis human papilomavirus (HPV) tertentu, paling sering HPV tipe 6 dan 11.
Kutil biasanya muncul tiga hingga enam bulan setelah infeksi, tetapi dapat muncul beberapa bulan bahkan beberapa tahun kemudian.
Kutil anogenital biasanya merupakan infeksi menular seksual (IMS).
Human papillomavirus (HPV) adalah keluarga besar virus DNA unta ganda yang terkait dan spesifik spesies.
Terdapat lebih dari 150 jenis HPV yang berbeda, setidaknya 40 diantaranya dapat menginfeksi area anogenital. Jelis lainnya menyebabkan kutil pada area kulit lainnya.
Setidaknya 75% orangd ewasa yang aktif secara seksual pernah terinfeksi setidaknya satu jenis HPV anogenital di beberapa titik.
Infeksi HPV dapat bersifat laten, tidak berkembang menjadi kutil yang terlihat. Infeksi dapat muncul pada pemeriksaan apusan serviks.
Beberapa jenis HPV juga menyebabkan kanker anogenital. Jenis- jenis ini juga dapat menular.
Karena kutil anogenital biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, kutil ini paling sering diamati pada dewasa muda berusia antara 15 dan 30 tahun.
Kutil anogenital juga dapat menyerang pada bayi dan anak kecil. Virus ini dapat ditularkan saat kelahiran atau dari tangan pengasuh.
Gejala yang berkaitan dengan kutil anogenital yaitu:
- Nyeri
- Pendarahan
- Gatal
- Malu
Infeksi HPV dapat terjadi di lokasi anogenital berikut:
- Vulva
- Vagina
- Serviks
- Uretra
- Penis
- Skrotum
- Anus
Kutil anogenital dapat membesar dan bertambah banyak selama kehamilan, yang kemudian dapat mengganggu persalinan normal.
HPV dapat ditularkan ke bayi sehingga menyebabkan papilomatosis pernapasan berulang pada bayi.
Baca juga: Folikulitis kulit kepala, infeksi folikel rambut yang menyebabkan gatal
