Mengenal keratosis lichenoid lebih dalam kondisi kulit langka
Keratosis lichenoid adalah makula kecil yang meradang atau plak berpigmen tipis, biasanya tunggal, dengan reaksi jaringan lichenoid pada pemeriksaan histologi.
Keratosis lichenoid umumnya berkembang pada orang berkulit cerah berusia 30–80 tahun.
Penyakit ini dua kali lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan pria. Penyakit ini paling sering ditemukan pada ras Kaukasia dan jarang menyerang ras Asia, Afrika-Amerika, atau Hispanik.
Penyebab reaksi ini belum diketahui, tetapi akiatnya dapat berupa trauma ringan seperti infeksi, obat-obatan, dermatitis , dan paparan sinar matahari.
- Pada 90% kasus keratosis lichenoid, hanya terdapat satu lesi, sedangkan pada kasus lainnya terdapat beberapa lesi.
- Tumor batang ini paling sering ditemukan di bagian atas tubuh, diikuti oleh bagian distal ekstremitas atas, dan lebih jarang di kepala dan leher.
- Ukurannya berkisar dari beberapa milimeter hingga satu sentimeter atau lebih.
- Permukaan kulit bisa halus, bersisik , atau berbintik-bintik.
- Lesi tersebut seringkali tidak menimbulkan gejala. Mungkin terasa gatal atau sedikit perih.
Keratosis lichenoid erupsi multipel pada area yang terpapar sinar matahari. Warnanya bervariasi dari coklat kemerahan awal hingga ungu/coklat keabu-abuan saat lesi sembuh beberapa minggu atau bulan kemudian.
Keratosis lichenoid dapat dihilangkan jika diinginkan dengan nitrogen cair elektrosurgi , atau kuretase .
Keratosis lichenoid eruptif multipel dapat diobati secara efektif dengan retinoid oral , acitretin.
