Dermatitis Aktinik Kronis, Peradangan Kulit Sensitif Cahaya

Dermatitis Aktinik Kronis, Peradangan Kulit Sensitif Cahaya

Dermatitis aktinik kronis, peradangan kulit sensitif cahaya

Dermatitis aktinik kronis adalah suatu kondisi kulit yang ditandai dengan peradangan kulit yang ditandai dengan peradangan kulit yangs ensitif terhadap cahaya, terutama sinar ultraviolet dari matahari.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan gejala yang tidak nyaman dan mempengaruhi kualitas hidups eseorang.

Dermatitis aktinik kronis disebabkan oleh reaksi abnormal kulit terhadap sinar UV, yang dapat membuat peradangan dan kerusakan pada kulit.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena dermatitis aktinik kronis adalah:

Paparan sinar UV yang berlebihan dapat membuat peradangan kulit dan meningkatkan risiko terkena dermatitis aktinik kronis.

Orang dengan kulit fair atau sensitif lebih rentan terkena dermatitis aktinik kronis.

Jika ada riwayat keluarga dengan dermatitis aktinik kronis, maka risiko terkena kondisi ini lebih tinggi.

Beberapa obat-obatan, seperti antibiotik dan inflamasi, dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar UV.

Gejala dermatitis aktinik kronis dapat bervairasi, tetapi biasanya yaitu:

  • Kulit menjadi merah, panas, dan sakit
  • Kulit menjadi kering dan bersisik
  • Bintik-bintik merah dapat muncul pada kulit
  • Dan kulit dapat menjadi tebal dan kasar jika tidak diobati

Diagnosis dermatitis aktinik kronis biasanya dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan riwayat medis.

Dokter juga dapat melakukan tes laboratorium, seperti:

  • Tes patch dapat membantu menentukan apakah kulit sensitif terhadap sinar UV
  • Biopsi kulit dapat membantu menentukan apakah ada kerusakan kulit
Baca juga: Infeksi Limfokutan Sporotrichoid, ketika infeksi kulit menyebar mengikuti Limfa