Dermatosis Akantolitik Transien, penyakit kulit yang tidak umum, tapi perlu diketahui
Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam kulit yang tiba-tiba dan berlangsung singkat, biasanya dalam beberapa hari atau minggu.
Namun tidak berbahaya, Dermatosis Akantolitik Transien (DAT) dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran bagi penderitanya.
Penyakit ini adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh kerusakan pada lapisan kulit yang disebut stratum korneum.
Karusakan ini menyebabkan sel-sel kulit menjadi tidak normal dan terpisah, sehingga membentuk ruam kulit.
Penyakit ini biasanya muncul pada orang dewasa, terutama pada umur 20-40 tahun-ana.
Gejala DAT dapat bervariasi-namun biasanya yaitu;
- Ruam kulit yang tiba-tiba muncul, biasanya gejala pada wajah, leher, dan tangan
- Ruam kulit yang berwarna merah atau putih, dengan tepi yang tidak jelas
- Kulit yang kering dan kasar
- Gatal atau sensasi terbakar pada kulit
- Ruam kulit yang dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Namun, penyebab DAT belum jelas, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan penyakit ini yaitu, bisa jadi faktor genetik, infeksi virus atau bakteri, reaksi alergi, penggunaan kosmetik atau produk perawatan kulit yang tidak sesuai, bisa juga stres dan kelelahan.
Diagnosis DAT biasanya dilakukan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik. Dokter juga dapat melakukan tes kulit untuk memastikan diagnosis.
Tes kulit yang umum digunakan adalah tes KOH (kalium hidroksida) untuk memeriksa adanya infeksi jamur.
DAT biasanya tidak menyebabkan komplikasi yang serius, namun dapat menyebabkan infeksi bakteri atau jamur, hiperpigmentasi atau hipopigmentasi kulit, atau juga kekeringan kulit yang berkepanjangan.
