Faktor Hormonal Penyebab Melasma, Cara Jaga Kulit Tetap Sehat
Saat kadar hormon berubah, produksi pigmen pada kulit bisa ikut meningkat dan menimbulkan kegelapan di area wajah.
Perubahan hormon biasanya terjadi pada masa tertentu, kehamilan menjadi contoh paling umum.
Banyak sekali wanita mengalami munculnya noda kecokelatan di pipi, dahi, atau atas bibir saat hamil.
Tak hanya kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi hormonal juga bisa memicu melasma.
Pil KB atau terapi hormon tertentu terkadang menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.
Saat kulit sering terkena matahari, bercak gelap cenderung muncul lebih cepat dan tampak lebih jelas.
Gangguan pada hormon tiroid juga diduga berperan dalam beberapa kasus, ketika keseimbangan hormon tubuh terganggu, respon kulit pun bisa berubah.
Oleh karena itu, melasma terkadang muncul bukan hanya karena faktor luar, tetapi juga karena kondisi kesehatan tertentu.
Paparan sinar UV tetap menjadi faktor terbesar yang membantu melasma, bercak yang awalnya samar dapat menjadi lebih pekat jika kulit jarang dilindungi tabir surya atau terlalu sering berada di bawah matahari langsung.
Menjaga kulit tetap sehat saat mengalami melasma dimulai dari kebiasaan sederhana.
Gunakan tabir surya setiap pagi, bahkan saat cuaca mendung, pilih tabir surya dengan SPF minimal 30 dan ulangi pemakaian jika beraktivitas di luar ruangan.
Hindari produk yang terlalu keras, mengandung scrub kasar, atau membuat kulit terasa perih. Kulit yang iritasi justru lebih mudah mengalami peradangan dan pigmentasi berlebih.
Asupan makanan bergizi ikut membantu kondisi kulit, contohnya buah, sayur, protein cukup, dan air putih memberi dukungan dari dalam tubuh.
Tidur yang cukup juga penting karena kurang istirahat dapat mengganggu keseimbangan hormon dan membuat kulit tampak kusam.
