Gangguan Bau Badan akibat Aktivitas Kelenjar Keringat bisa jadi Bromhidrosis
Bromhidrosis dikenal sebagai osmidrosis atau ozochrotia, adalah bau badan yang tidak sedap atau menyengat yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kebersihan yang buruk, infeksi, pola makan atau pengobatan, atau gangguan metabolisme bawaan.
Bromhidrosis dapat memengaruhi semua usia, ras, dan kedua jenis kelamin. Dan Bromhidrosis lebih umum terjadi pada orang dewasa daripada anak-anak karena kelenjar sebaceous dan kelenjar keringat apokrin tidak aktif hingga pubertas.
Kondisi ini lebih banyak terjadi pada pria, dan dapat menjadi masalah khusus di iklim tropis yang panas dan lembap.
Bau badan adalah hal yang normal dan terutama dihasilkan oleh penguraian keringat, sebum, dan keratin oleh bakteri di permukaan kulit.
Bromhidrosis dapat diklasifikasikan sebagai ekrin atau apokrin, eksogen atau endogen :
- Bromhidrosis ekrin
- Kelenjar ekrin tersebar di sebagian besar permukaan kulit.
- Keringat ekrin dikeluarkan secara terus-menerus dan biasanya tidak berbau.
- Keringat ekrin penting dalam termoregulasi.
- Bromhidrosis apokrin
- Kelenjar apokrin terletak di ketiak, payudara, dan menjadi aktif saat pubertas.
- Keringat apokrin dikeluarkan secara berkala dan biasanya tidak berbau.
- Keringat apokrin dikendalikan oleh sistem saraf simpatik.
- Eksogen
- Mikrobiota kulit
- Infeksi kulit
- Benda asing di hidung.
- Endogen
- Makanan, bawang putih, bawang merah, kari, alkohol.
- Obat-obatan dan racun
- Gangguan sistemik dan kulit obesitas, diabetes melitus, penyakit hati, gagal ginjal, gangguan kulit pada telapak tangan/kaki dan lipatan kulit.
- Gangguan metabolisme trimetilaminuria , fenilketonuria, hipermetioninemia.
Bromhidrosis dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup, menyebabkan:
- Kecemasan
- Rendah diri
- Penarikan diri dari pergaulan.
