Inilah cara mengatasi eksim di musim dingin menurut dokter kulit
Eksim sering muncul selama musim dingin akibat udara kering karena kelembapan rendah yang mengikis kelembapan alami kulit.
Angin dingin, pemanas ruangan, dan mandi air hangat membuat kulit lapisan kulit dehidrasi dan rentan terhadap iritasi yang menyebabkan gatal, kemerahan, dan peradangan.
Namun, jika perawatan yang tepat dapat menjaga kulit tetap sehat, terhidrasi.
Berikut langkah-langkah yang telah disetujui oleh dokter kulit, Dr. Heather Rogers, untuk mencegah kambuhnya eksim selama lagi musim dingin.
Setiap mencuci muka atau tangan, segera lanjutkan pakai pelembab untuk membantu menggantikan minyak baru saja dihilangkan.
Untuk kulit yang sangat kering, krim yang lebih kental adalah pilihan terbaik.
Lapisan kulit yang kering memungkinkan penetrasi bahan aktif lebih banyak, sehingga meningkatkan risiko iritasi atau peradangan.
Lewatkan pembersihan wajah di pagi hari dan cukup percikan air hangat. Ganti juga sabun cuci muka yang mengandung obat dengan yang mengandung humektan seperti gliserin dan surfaktan agar tidak membuat kulit kering.
Batasi mandi air panas dan berendam terlalu lama, karena dapat menghilangkan minyak alami dam membuat kulit dehidrasi.
Saat kulit kering atau iritasi, ia menyerap lebih banyak bahan yang oleskan, termasuk alergen potensial.
Hindari produk yang mengandung pewangi, pewarna, atau minyak esensial yang dapat membuat eksim pada kulit sensitif.
Gunakan pelembab udara untuk meningkatkan kelembapan udara dalam ruangan yang pada dan usahakan untuk menjaga kelembapan ruangan antara 40-50%.
Oleskan Sunscreen berbahan dasar seng oksida setiap hari untuk melindungi kulit sensitif.
Seng bersifat menenangkan, anti-inflamasi, dan ideal untuk kulit kering atau iritasi.
Baca juga: Pentingnya menjaga kebersihan kulit untuk mencegah penyakit kulit
