Kenali Miliaria: Biang Keringat yang Sering Muncul saat Cuaca Panas
Miliaria adalah penyakit kulit umum yang disebabkan oleh penyumbatan atau peradangan pada saluran keringat ekrin.
Miliaria sering ditemukan di daerah beriklim panas, lembap, atau tropis, dan miliaria juga sering dikenal sebagai biang keringat.
Tingkat penyumbatan saluran keringan, miliaria dibagi menjadi tiga jenis yaitu:
Miliaria crystallina (sudamina) disebabkan oleh penyumbatan saluran keringat yang dekat dengan permukaan kulit di stratum korneum epidermis.
Miliaria rubra terjadi akibat tersumbatnya saluran keringan di lapisan kulit yang lebih dalam.
Terakhir miliaria profunda adalah akibat dari keringat yang bocor dari kelenjar keringat ke lapisan tengah kulit.
Lalu, siapa aja yang bisa terkena penyakit miliaria?
- Miliaria crystallina menyerang hingga 9% neonatus, dengan usia rata-rata 1 minggu. Dapat terjadi pada orang dewasa yang mengalami demam.
- Miliaria rubra adalah jenis biang keringat yang paling umum. Biang keringat ini ditemukan pada anak-anak dan hingga 30% orang dewasa yang berpindah ke lingkungan tropis atau terpapar panas dan lembap secara tak terduga.
- Miliaria frofunda lanjut jarang terjadi pada pria dewasa.
Baca juga: Mengenali Tine Korposis: Infeksi jamur yang sering muncul di kulit
Biang keringat disebabkan oleh keringat. Penyebab utama dan faktor risikonya adalah:
Saluran keringat yang belu matang pada bayi yang baru lahir, lingkungan yang panas dan lembab.
Olahraga atau aktivitas fisik yang berat, demam , dan oklusi kulit dengan pembalut non-pori atau pakaian sintetis yang menempel pada kulit.
Pasien yang dirawat di RS atau terbaring di tempat tidur, berbaring di atas tidur kedap udara atau pelindung kasus.
Gejala biang keringat bervariasi tergantung jenisnya, contoh:
Miliaria crystallina muncul sebagai lepuh bening superfisial berukuran 1-2 mm yang mudah pecah. Lepuh dapat terlihat seperti butiran keringat. Selain peradangan, lepuh biasanya terlihat tersebar luas di kepala, leher, dan badan bagian atas. Vesikel mudah pecah dan meninggalkan sisik seperti kulit ari.
Miliaria rubra , bentuk biang keringat yang paling umum, menyebabkan munculnya popula dan populovesikel merah non-folikel berukuran 2-4 mm.
Popula dan populovesikel ini sangat gatal. Eritema di latar belakang sering kali muncul. Pada anak-anak, miliaria menyerang tubuh dan lipatan kulit leher, atau selangkangan.
Pada orang dewasa, miliaria sering menyerang tubuh bagian atas, kulit kepala, leher, dan lipatan kulit, terutama di area yang bergesekan dengan pakaian.
Miliaria profunda muncul sebagai popula dalam yang asimtomatik. Popula berwarna seperti daging dengan diameter 1-3 mm ini berkembang di badan dan ekstremitas.
