Memahami Alopecia Areata, Penyebab Kerontokan Rambut Mendadak di Area Tertentu

Memahami Alopecia Areata, Penyebab Kerontokan Rambut Mendadak di Area Tertentu

Memahami Alopecia Areata, penyebab kerontokan rambut mendadak di area tertentu

Alopecia areata adalah kondisi autoimun yang memengaruhi folikel rambut dan menyebabkan kerontokan rambut.

Biasanya ditandai dengan bercak-bercak kebotakan yang terpisah di kulit kepala, tetapi dapat menyebabkan kerontokan rambut di semua area tubuh yang ditumbuhi rambut.

Alopecia adalah istilah Latin yang berarti kerontokan rambut, dan areata merujuk pada sifat kerontokan rambut yang tidak merata.

Istilah alopecia areata dianggap sebagai istilah umum yang termasuk sejumlah varian alopecia areata totais atau universalis, ophiasis, ophiasis inversus, dan diffiuse alopecia areata.

Risiko seumur hidup terkena alopecia areata adalah sekitar 2%. Kondisi ini memengaruhi anak-anak dan orang dewasa dari semua warna kulit dan rambut.

Faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko alopecia areata:

  • Kelainan kromosom seperti sindrom Down
  • Sindrom autoimun poliglandular tipe 1
  • Kondisi autoimun lainnya seperti vitiligo dan penyakit tiroid
  • Riwayat keluarga dengan alopecia areata
  • Gen kerentanan tertentu

Kerontokan rambut yang terjadi secara tiba-tiba dapat bermanifestasi dalam berbagai macam.

  • Kerontokan rambut lokal
  • Bercak tunggal atau beberapa bercak bulat/oval yang berbatas jelas pada kulit yang tampak normal.

Kulit kepala paling sering terkena dampaknya, yaitu:

  1. Jenggot
  2. Alis
  3. Bulu Mata
  4. Dan area berbulu lainnya

Tidak ada obat alopecia areata. Kerontokan rambut pada alopecia dikaitkan dengan efek fisik berbahaya yang minimal dan dapat sembuh dengan sendirinya.

Namun, dampak psikologisnya bisa penting, sehingga memerlukan pengobatan.

Berbagai terapi telah digunakan dengan respons yang bervariasi dan bukti berkualitas tinggi masih kurang.

Baca juga: Penyakit Paronikia infeksi kulit di sekitar kuku yang dapat menyebabkan nyeri