Mengenal Kerion, Komplikasi Tinea Capitis yang Perlu Diwaspadai

Mengenal Kerion, Komplikasi Tinea Capitis yang Perlu Diwaspadai

Mengenal Kerion, komplikasi Tinea Capitis yang perlu diwaspadai

Kerion adalah abses yang disebabkan oleh infeksi jamur. Paling sering terjadi di kulit kepala (tinea capitis), tetapi juga dapat muncul di tempat mana pun yang terpapar jamur seperti wajah (tinea faciei) dan anggota tubuh bagian atas (tinea corporis).

Kerion terlihat sebagai benjolan lunak berisi nanah, seringkali berdiameter beberapa sentimeter. Ciri khasnya adalah peradangan yang hebat. Rambut di dalam kerion menjadi longgar dan rontok, seringkali mengakibatkan area botak.

Pembesaran kelenjar getah bening regional dapat terjadi, dan beberapa orang menjadi sakit secara sistemik dengan demam dan rasa tidak enak badan.

Hal ini dapat diikuti oleh ruam gatal seperti eksim yang menyebar (dermatofit).

Kerion disebabkan oleh respons imun yang dramatis terhadap infeksi jamur dermatofit )tinea). Jamur yang paling umum ditemukan pada kerion adalah:

  • Mikrosporum canis
  • Trichophyton tonsurans
  • Trichophyton verrucosum
  • Trichophyton mentagrophytes

Penyakit kerion ini menular dan dapat ditularkan melalui kerion ke anggota rumah tangga lain jika berada dalam berdekatan, terutama jika berbagi tempat tidur dan handuk.

Karena jamur penyebab kerion, seringkali berada pada hewan peliharaan (misalnya anak kucing), anggota keluarga juga dapat terinfeksi melalui berdekatan langsung dengan hewan tersebut.

Kerion juga harus diobati dengan obat antijamur oral. Pengobatan minimal yang diresepkan biasanya berlangsung selama 6-8 minggu.

Obat antijamur topikal tidak efektif karena jamur dapat menembus jauh ke dalam folikel rambut.

Antibiotik mungkin diperlukan jika terdapat infeksi bakteri. Sampo antijamur yang mengandung ketokonazol atau siklopiroksik membantu mengurangi risiko penyebaran infeksi kepada orang lain.

Rambut biasanya akan tumbuh kembali setelah infeksi diobati, tetapi terkadang kerontokan rambut bersifat permanen, terutama jika infeksi telah menetap lama.

Baca juga: Jari Tangan Nyeri dan Melepuh, Waspada Bisa Jadi itu Herpetic Whitlow