Mengenal tanduk kulit, kelainan yang menyerupai tanduk
Tanduk kulit adalah tonjolan keras yang berbentuk kerucut dari kulit, terbuat dari keratin padat. Dinamakan karena bentuknya menyerupai tanduk hewan.
Tanduk kulit muncul dari lesi kulit jinak prakanker, atau ganas.
Dan tanduk kulit lebih umum terjadi pada orang yang lebih tua, dengan insidensi puncak pada mereka yang berusia antara 60 dan 70 tahun.
Ini sama umumnya terjadi pada pria dan wanita, meskipun risiko lesi ganas lebih tinggi pada pria.
Kondisi ini lebih umum terjadi pada orang dengan kulit lebih cerah.
Sekitar setengah dari tanduk memiliki dasar jinak, dan setengahnya bersifat prakanker atau ganas. Perubahan yang mendasarinya yang paling umum adalah keratosis seboroik, kutil virus, keratosis aktinik, dan karsinoma sel skuamosa berdiferensiasi baik.
Kutil kulit umumnya muncul sebagai tonjolan lurus atau melengkung, keras, berwarna kuning kecoklatan dari kulit.
Kondisi ini bisa dikelilingi oleh normal atau memiliki batas berupa kulit yang menebal.
Sisi tanduk tersebut mungkin berbentuk seperti cangkang tiram dengan tonjolan horizontal
Bagian dasar tanduk bisa datar, menonjol, atau seperti kawah.
Peradangan mungkin juga terjadi, akibat cedera berulang.
Biasanya, tanduk lebih tinggi dari dua kali lebarnya di bagian dasar. Ukurannya dapat bervariasi dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter.
Tanduk kulit biasanya tunggal tetapi bisa juga berjumlah banyak.
Bintik-bintik tersebut dapat muncul di mana saja di tubuh, tetapi lebih terjadi di area yang terpapar sinar matahari, terutama kepala dan telinga, punggung tangan, dan lengan bawah.
Tak hanya itu, juga dapat terjadi di dada, leher, bahu, dan penis.
Tanduk kulit biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun, tanduk kulit dapat terluka sehingga menyebabkan rasa sakit dan peradangan.
