Mengenali Herpes Zoster: Infeksi saraf memicu ruam dan nyeri

Mengenal Herpes Zoster: Infeksi saraf memicu ruam dan nyeri

Mengenal Herpes Zoster: Infeksi saraf memicu ruam dan nyeri.

Herpes Zoster adalah ruam lokal, melepuh, dan nyeri yang disebabkan oleh reaktivitas virus varicella-zoster (VZV). Herpes zoster juga disebut cacar ular.

VZV juga disebut herpesvirus 3 dan merupakan anggota ordo Herpesvirales dari Virus DNA beruntai ganda.

Siapa pun yang pernah menderita cacar air (vericella) dapat menderita herpes zoster.

Zoster dapat terjadi pada masa anak-anak, tetapi lebih umum terjadi pada orang dewasa, terutama lansia.

Orang dengan berbagai jenis kanker risiko 45% lebih tinggi terkena zoster. Orang yang pernah menderita zoster jarang mengalami lagi.

Herpes zoster sering menyerang orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.

Herpes zoster ditandai dengan distribusi dermatomal, yaitu lepuh terbatas pada distribusi kulit dari satu atau dua saraf sensorik yang berdekatan.

Kondisi ini biasanya unilateral, dengan batas tajam di garis tengah anterior dan posterior.

Tanda pertama herpes zoster biasanya berupa nyeri lokal tanpa nyeri tekan atau perubahan kulit yang terlihat. Nyeri ini bisa parah, mempengaruhi satu atau lebih saraf sensorik. Nyeri mungkin hanya di satu titik, atau mungkin menyebar.

Pasien mungkin merasa sangat tidak enak badan disertai demam dan sakit kepala. Kelenjar getah bening yang mengalirkan cairan ke area yang sering terkena membesar dan nyeri tekan.

Dalam satu hingga tiga hari setelah nyeri muncul, ruam melepuh muncul di area kulit yang nyeri. Awalnya berupa kumpulan merah.

Lesi baru terus muncul selama beberapa hari di dalam distribusi saraf yang terdampak, masing-masing melepuh atau menjadi pustular, lalu berkerak.

Nyeri dalan gejala umum mereda secara bertahap seiring menghilangnya. Pemulihan total terjadi dalam 2-3 minggu pada anak-anak dan dewasa muda, dan dalam 3-4 minggu pada pasien yang lebih tua.

Herpes zoster menular pada orang yang sebelumnya tidak pernah menderita cacar air.

Baca juga: Bukan sekadar iritasi: Ketika perhiasan menyebabkan alergi serius