Kelembapan dan Bakteri: Yang Membuat Keratolisis Berlubang

Kelembapan dan Bakteri: Yang Membuat Keratolisis Berlubang

Kelembapan dan Bakteri: Yang Membuat Keratolisis Berlubang

Keratolysis berlubang, juga dikenal sebagai keratolysis plantare sulcatum atau ringed keratolysis, adalah infeksi bakteri superfisial pada kulit yang ditandai dengan lubang-lubang seperti kawah dan bau tidak sedap.

Infeksi ini biasanya menyerang area yang menahan tekanan di telapak kaki, meskipun telapak tangan jarang terpengaruh.

Keratolisis berlubang lebih sering terlihat pada pria dibandingkan wanita dan dapat mempengaruhi semua kelompok usia.

Berikut pekerjaan yang berisiko, yaitu:

  • Atlet, pekerja industri, petani, penambang, pekerja militer, pekerjaan yang kakinya selalu banyak (pekerja sawah, tukang perahu) dan nelayan.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya keratolisis berlubang yaitu:

  • Hiperhidrosis , keringat berlebih pada tangan dan kaki
  • Keratoderma , penebalan kulit pada telapak tangan dan kaki
  • Diabetes melitus
  • Penggunaan alas kaki tertutup
  • Cuaca panas dan lembap
  • Kebersihan kaki yang buruk
  • Kegemukan
  • Imunod efisiensisi
Baca juga: Pemicu Uktiakria yang Sering Tak Disadari dan Cara Menghindarinya

Keratolisis berlubang disebabkan oleh berbagai spesies bakteri. Yang paling umum adalah Corynebacteria, Dermatophilus congolensis, Kytococcus sedentarius, Actinomyces, atau Streptomyces.

Bakteri berkembang baik dalam kondisi lembab dan hangat. Berproliferasi dan menghasilkan enzim protease yang menyebabkan kerusakan stratum korneum sehingga menciptakan lubang/bawah.

Bau tersebut dikaitkan dengan senyawa sulfur yang diproduksi oleh bakteri.

Infeksi ini sering terjadi secara bilateral pada area yang menahan tekanan, paling sering pada telapak kaki dan tumit.

Kondisi ini seringkali tanpa gejala, namun jika bergejala mungkin disertai rasa gatal dan nyeri saat berjalan.

Keratolisis berlubang dapat diobati dengan mudah kebersihan kaki, antibiotik topikal, dan antiseptik.

  • Hindari penggunaan alas kaki tertutup dalam waktu lama
  • Gunakan alas kaki yang pas untuk mengurangi suhu pada kaki
  • Gunakan kaus kaki katun yang menyerap keringat dan pastikan sering mengganti kaus kaki
  • Cuci kaus kaki setelah dipakai pada suhu 60 derajat C dengan sabun dan air untuk menghilangkan bakteri
  • Ganti sol dalam sepatu yang sering setiap hari agar kaki tidak pernah menginjak bagian dalam sepatu yang membap
  • Cuci kaki dengan sabun dan pembersih antiseptik dua kali sehari
  • Oleskan antiperspiran pada kaki secara teratur
  • Hindari berbagai alas kaki dengan orang lain