Ruam Mukokutan Infeksi Reaktif Dipicu Saluran Napas Gangguan
Ruam mukokutan infeksius reaktif (RIME) adalah penyakit mukokutan yang ditandai dengan keterlibatan mukosa secara dominan.
Penyakit ini umumnya terjadi setelah infeksi seluruh pernapasan bakteri atau virus dan sebagian besar diamati pada anak-anak dam remaja, meskipun dapat terjadi pada orang dewasa.
Perjalanan RIME dimulai dengan gejala pernapasan sekitar satu minggu sebelum timbulnya erupsi mukokutan.
Mukositis dapat memengaruhi mulut, mata, organ urogenital, dan saluran pencernaan, dengan lesi yang cenderung terutama berupa vesikulobulosa atau targetoid. Lesi kulit biasanya memengaruhi ekstremitas, termasuk area akral.
RIME biasanya menyerang anak-anak dan remaja (usia rata-rata 12 tahun) dengan sedikit prevalensi pada laki-lak. Namun, kasus langka telah dilaporkan pada orang dewasa.
Sebuah studi kohort prospektif tahun 2019 menunjukkan bahwa 22,7% anak-anak dengan pneumonia yang didapat di komunitas terkait MP mengembangkan lesi mukokutan, dengan 6,8% mengembangkan RIME.
Kerentanan genetik diduga menjadi penyebabnya menyusul laporan RIME berulang di antara keluarga yang terkena dampak.
Infeksi saluran pernapasan telah diidentifikasi sebagai penyebab RIME, dengan Mycoplasma pneumoniae sebagai patogen yang paling sering dikaitkan.
Selain M. pneumoniae , patogen terkait lainnya meliputi:
- Klamidia pneumoniae
- Virus metapneumovirus manusia
- Virus parainfluenza tipe 2
- Virus influenza B
- Rhinovirus
- Enterovirus (misalnya, coxsackievirus)
- Adenovirus
- SARS-CoV-2 (COVID-19).
