Sunburn parah bisa sebabkan kulit rusak, ini cara melindungi diri
Paparan berlebihan memnuat peradangan dan merusak sel kulit, oleh karena itu sunburn bukan sekedar kulit gelap atau belang setelah beraktivitas di luar ruangan.
Tanda paling umum adalah kulit kemerahan, terasa perih, dan lebih sensitif saat disentuh. Pada kondisi yang lebih berat, area kulit bisa bengkak dan muncul lepuhan kecil.
Setelah beberapa hari, kulit biasanya mulai mengelupas sebagai bagian dari proses pemulihan.
Masalahnya, sengatan matahari yang terus menerus dapat meninggalkan dampak jangka panjang.
Kulit menjadi lebih kering, kusam, dan terlihat menua lebih cepat. Flek hitam serta warna kulit tidak merata juga sering muncul akibat paparan sinar matahari berlebihan.
Cuaca buruk di siang hari menjadi waktu paling berisiko, meskipun hanya sebentar berada di luar rumah, sinar UV tetap bisa mengenai kulit.
Risiko bertambah saat berada di pantai, kolam renang, jalan raya, atau area terbuka tanpa naungan.
Cara terbaik mencegah sengatan matahari adalah dengan memakai tabir surya setiap hari, gunakan produk dengan SPF minimal 30 dan aplikasikan secara merata pada wajah, leher, tangan, serta area terbuka lainnya.
Selain tabir surya, pakaian pelindung sangat membantu, pilih baju berlengan panjang berbahan nyaman, topi, dan payung saat cuaca sangat panas.
Jika bisa, kurangi aktivitas di luar ruangan saat matahari sedang tinggi. Waktu antara pukul 10 pagi hingga jam 3 sore biasanya memiliki paparan UV paling kuat.
Saat sunburn sudah terjadi, dinginkan kulit dengan kompres air bersih dan gunakan pembap lembut.
Hindari sabun keras atau menggosok area yang iritasi, jika muncul demam, pusing, atau lepuhan luas, segera bawa ke dokter.
