Kudis Berkerak pada Lansia dan Orang dengan Daya Tahan Tubuh Lemah
Kudis berkerak pada lansia dan orang dengan daya tahan tubuh lemah
Kudis berkrusta adalah bentuk kudis yang sangat menular dan parah. Penyakit ini disebabkan oleh hiperinfestasi Sarcoptes scabiei var. hominis, sejenis tungau kudis.
Istilah 'skabies berkerak' mungkin dianggap sebagai istilah yang kurang tepat, karena pasien biasanya mengalami hiperkeratosis daripada kerak sejati.
Bentuk kudis yang parah ini lebih mungkin terjadi dengan gangguan mekanisme pertahanan imunologis dan mekanis, yang mengakibatkan tungau yang tidak terkontrol.
Faktor risiko yaitu:
- Imunodefisiensi atau imunosupresi
- Infeksi virus imunodefisiensi manusia (HIV)
- Sindrom Down
- Kanker dan kemoterapi
- Penggunaan imunosupresan
- Limfoma dan leukemia
- Virus limfotropik sel T manusia tipe 1 (HTLV-1)
- Gangguan sensorik atau perilaku
- Usia lanjut
- Demensia
- Kondisi neurologis yang mengurangi sensasi gatal atau mencegah garukan, misalnya cedera sumsum tulang belakang , kelumpuhan.
- Kusta
- Malnutrisi
- Kondisi tempat tinggal yang padat
- Tempat tinggal atau pekerjaan di akomodasi institusional, misalnya, fasilitas perawatan lansia.
- Keterbatasan fisik
- Gangguan neuropsikiatri
- Deformitas osteoartikular
- Atrofi otot
- Hilangnya sensasi pada kulit.