Mengenal Cat Scratch Disease (CSD), Penyakit dari Cakaran Kucing

Mengenal Cat Scratch Disease (CSD), Penyakit dari Cakaran Kucing

Mengenal Cat Scratch Disease (CSD), penyakit dari cakaran kucing

Penyakit cakaran kucing (Cat Scratch Disease/CSD) adalah infeksi bakteri yang menyerang kelenjar getah bening.

Penyakit ini dikenal sebagai demam cakaran kucing atau limfadenitis regional sukabut.

Faktor risiko tertular penyakit cakaran kucing (CSD) yaitu:

  • Memelihara kucing yang berusia kurang dari 12 bulan
  • Dijilat, digigit, atau dicakar oleh anak kucing yang terinfeksi.
  • Hindari kontak dengan kucing jika Anda memiliki luka terbuka pada kulit atau selaput lendir.
  • Mengelus kucing yang terinfeksi
  • Memiliki setidaknya satu anak kucing atau kucing yang terkena kutu.
  • Mengalami gangguan imun
  • Bekerja dengan anak kucing dan kucing dewasa, misalnya, dokter hewan dan perawat hewan.
Baca juga: Waspadai selulitis eosinofilik, saat ruam kulit bukan selulitis biasa

CSD dapat terjadi pada orang dari segala usia tetapi paling umum terjadi pada anak-anak dan remaja. Paling banyak 80% pasien dengan penyakit cakaran kucing yang berusia kurang 21 tahun.

Pasien dengan CSD biasanya mengalami cakaran atau gigitan dari kucing atau anak kucing yang terinfeksi bakter Bartonella henselae, infeksi umum pada kucing muda.

Bakteri ini juga dikenal sebagai Rochalimaeahenselae. Bakteri ini melalui dari kucing ke kucing melalui kutu.

Tanpa adanya kutu, kucing yang terinfeksi tidak dapat menularkan infeksi ke kucing yang tidak terinfeksi.

Setelah terinfeksi, bakteri tersebut terdapat dalam air liur yang menempel di bulu dan cakar kucing.

Setelah 3-10 hari, muncul bintik merah kecil yang menonjol di tempat kontak dengan air liur kucing yang terinfeksi.

Bintik ini kemudian berubah menjadi lepuh berisi cairan yang selanjutnya membentuk luka berkerak. Seringkali disalahartikan sebagai gigitan serangga.

Sebagian besar ditemukan di tangan, lengan, wajah, atau leher karena orang sering memeluk anak kucing di dekat dada dan wajah.

Luka biasanya sembuh tanpa meninggalkan bekas luka dalam beberapa hari atau bulan.

Kelenjar getah bening terdekat menjadi bengkak dan nyeri, paling sering yang berada di kepala. leher, dan ketiak.

Ini dikenal sebagai linfadenopati regional. Kelenjar getah bening dapat membengkak hingga 10-12 cm dalam dua minggu pertama penyakit.